Bikin Ngiler, Ini Deretan Hadiah Lomba Desa Wisata 2021

  • Whatsapp
Danau Kawutan Serunting di Kecamatan Seginim, berada dalam wilayah Desa Muara Danau. Sehingga desa ini ditetapkan Dispar Bengkulu Selatan sebagai salah satu desa wisata, dan diikutsertakan dalam lomba desa wisata 2021
Danau Kawutan Serunting di Kecamatan Seginim, berada dalam wilayah Desa Muara Danau. Sehingga desa ini ditetapkan Dispar Bengkulu Selatan sebagai salah satu desa wisata, dan diikutsertakan dalam lomba desa wisata 2021.
jadwal-sholat

BENGKULU | KompolmasTV — Sebanyak 80 desa se-Provinsi Bengkulu bakal berjibaku menyiapkan diri mengikuti lomba desa wisata tahun 2021.

Tiga diantaranya akan ditetapkan sebagai pemenang dan bakal memperoleh durian runtuh beruntun.

Read More

Ekowisata Kawutan Serunting

Apa saja hadiah dimaksud?

Penyelenggara lomba, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu mengonfirmasi, hadiah uang tunai akan diberikan kepada tiga nominator teratas.

Yakni Rp 50 juta untuk juara pertama, Rp 30 juta untuk juara kedua, dan Rp 20 juta untuk juara ketiga.

Bagian paling menarik, desa pemenang berhak mendapatkan sederet dukungan pembangunan, khususnya untuk mendukung pengembangan destinasi dan ketersediaan konektifitas antardestinasi di wilayah tersebut hingga ke pusat kabupaten dan provinsi.

Dukungan pembangunan ini tentu melibatkan instansi lintas sektor, seperti Dispar sendiri yang akan mendorong pengembangan destinasi, Dinas PUPR yang bertanggungjawab menangani infrastruktur.

Kemudian Dinas Pertanian hingga Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo dan dinas-dinas terkait lainnya juga dilibatkan memenuhi konsekuensi ini.

 

Tahapan Lomba

Kepala Bidang Destinasi Dispar Provinsi Bengkulu Aritonang memaparkan, lomba akan di-launching April mendatang.

Panitia lomba sudah menetapkan serangkaian tahapan yang wajib diikuti seluruh desa peserta. Puncak pelaksanaan dan penetapan pemenang akan dihelat bersamaan puncak peringatan HUT Provinsi Bengkulu, medio November mendatang.

Sejauh ini, beber Aritonang, pihaknya telah meregistrasi 80 desa wisata se-Provinsi Bengkulu sebagai peserta lomba, meliputi :

  1. Kota Bengkulu 1 kelurahan.
  2. Kabupaten Bengkulu Utara 3 desa.
  3. Kabupaten Lebong 26 desa.
  4. Kabupaten Rejang Lebong 16 desa.
  5. Kabupaten Bengkulu Tengah 15 desa.
  6. Kabupaten Bengkulu Selatan 15 desa.
  7. Kabupaten Kepahiang 4 desa.

Aritonang menegaskan, masih akan ada kemungkinan jumlah desa peserta lomba bertambah, kalau aturan resmi peserta lomba —sedang digodok— memperbolehkan.

 

Andil Desa Penyangga

Lomba desa wisata tahun ini berhasil membius atensi serius para pemangku kebijakan di Bumi Sekundang Setungguan.

Meski baru separuh destinasi (hanya 15 desa) yang diikutsertakan Dispar setempat, namun terpantau puluhan desa penyangga tetap antusias berpartisipasi.

Danau Kawutan Serunting di Kecamatan Seginim misalnya. Secara administratif, danau seluas 33 hektar ini berada dalam wilayah Desa Muara Danau.

Sehingga desa ini ditetapkan Dispar Bengkulu Selatan sebagai salah satu desa wisata, dan  diikutsertakan dalam lomba desa wisata 2021.

Tak bisa dipungkiri, andil enam desa lainnya di sekitar danau turut mendongkrak popularitas danau ini.

Khususnya setelah Dayung Serunting Kompolmas —binaan Polres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu— menjadikan obyek ini sebagai pusat Kawasan Ekowisata Serunting.

Didorong IMO-Indonesia —sebagai salah satu motor penggerak Dayung Serunting Kompolmas di tingkat nasional— sebentar lagi Ekowisata Serunting dinobatkan sebagai kandidat destinasi ekowisata andalan nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Organisasi perusahaan pers nasional ini membenarkan telah menerima konfirmasi bahwa Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berencana mengunjungi Ekowisata Serunting sekitar Oktober mendatang.

 

Konektifitas Antardestinasi

Sejak hampir satu semester terakhir, IMO-Indonesia bersama Dayung Serunting Kompolmas memprakarsai konektifitas antardestinasi wisata di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkenang.

Hasilnya, obyek wisata pemandian di Bendungan Batu Balai yang sempat mendadak sepi akibat pernah menelan korban jiwa beruntun, kini mulai dilirik wisatawan kembali, khususnya para peminat wisata arung jeram.

Sekitar delapan kilometer bagian berjeram di sungai ini sudah dipetakan Dayung Serunting dan dinyatakan layak diarungi tamu/wisatawan umum dengan didampingi pemandu profesional.

Bahkan melalui event Rafting Vaganza —kini masih berlangsung, Jeram Batu Balai sudah disinggahi puluhan tim rafter luar daerah dan mancanegara.

Bergerak lebih ke hulu, Dayung Serunting Kompolmas kini mulai memodifikasi lahan perkebunan non-produktif di hilir obyek wisata Sepit Kancing —seluas 18 hektar— sebagai kawasan taman agrowisata.

Kepala Dispar Bengkulu Selatan Yulian Fauzi (bertopi cokelat) bersama staf dan pengurus Pokdarwis Desa Sukarami berkunjung ke obyek wisata Sepit Kancing, Kamis, 4 Februari lalu
Kepala Dispar Bengkulu Selatan Yulian Fauzi (bertopi cokelat) bersama staf dan pengurus Pokdarwis Desa Sukarami berkunjung ke obyek wisata Sepit Kancing, Kamis, 4 Februari lalu.

Secara rinci, pergerakan Dayung Serunting Kompolmas di sepanjang DAS Bengkenang menyentuh sedikitnya delapan obyek wisata, yakni :

  1. Sepit Kancing di Desa Sukarami.
  2. Agrowisata Bukit Alamanda di Desa Sukarami.
  3. Jeram Batu Balai di Desa Sukarami.
  4. Agrowisata dan camping ground Pos 3 Dayung Serunting di Desa Penandingan.
  5. Danau Kawutan Serunting di Kawasan Ekowisata Serunting.
  6. Cagar Budaya Lubuk Ipuh di Desa Lubuk Sirih Ulu.
  7. Taman Matai di Desa Durian Seginim.
  8. Delta Muara Bengkenang di Desa Tanjung Besar (dalam tahap observasi).

Delapan destinasi ini telah terkoneksi melalui jalur sungai, baik rafting maupun fun rafting.

Kini, Dayung Serunting juga tengah melaksanakan studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan kalau konektifitas melalui sungai diperkuat dengan armada bermesin, khususnya dari Muara Bengkenang menuju Danau Kawutan Serunting.

Dayung Serunting sendiri adalah organisasi multi kultural yang berangkat dari dunia kepecintaalaman. Terfokus pada pembinaan SDM sadar wisata, konservasi alam, dan lembaga pendidikan kepariwisataan.

Secara defacto, organisasi ini tidak berencana memiliki satupun destinasi wisata. Tapi siap menyumbangkan SDM pengelola setiap destinasi.

Sejauh ini, Dayung Serunting telah mengembangkan sayap hingga ke beberapa provinsi di luar Bengkulu, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung untuk program reklamasi eks lahan tambang timah.[ak]

Related posts

Rafting Vaganza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *