Dicari 2 Hari Tanpa Hasil, Akankah Operasi SAR Nelayan ini Berlanjut?

  • Whatsapp
Kapolsek Tempilang menegaskan, operasi SAR nelayan ini dianjutkan lagi besok. Semoga pencarian ini bisa cepat menemukan korban
Kapolsek Tempilang menegaskan, operasi SAR nelayan ini dianjutkan lagi besok. Semoga pencarian ini bisa cepat menemukan korban.
jadwal-sholat

BANGKA BARAT | KompolmasTVMeski sudah dua hari dicari Tim Search And Rescue (SAR) di perairan laut Tempilang, keberadaan dan nasib Haldi belum diketahui.

Nelayan ini dikabarkan hilang sejak Jum’at (26/2/2021) sekitar jam 07.30 WIB. Tepatnya dalam pelayaran pulang menangkap ikan menggunakan perahu bermotor, bersama satu rekannya.

Read More

Ekowisata Kawutan Serunting

“Kita bersama tim SAR gabungan, sudah melakukan pencarian selama dua hari. Namun sampai saat ini (Sabtu sore-red) korban belum ditemukan,” ungkap Kapolsek Tempilang IPDA Mulia Renaldi SH seizin Kapolres Bangka Barat Polda Babel AKBP Fedriansah SIK.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pencarian sampai korban ditemukan atau limit waktu —sesuai ketentuan— SAR habis.

“Operasi SAR nelayan ini kita lanjutkan lagi besok (Minggu pagi-red). Semoga pencarian ini bisa cepat menemukan korban,” ujar Mulia.

Informasi terhimpun KompolmasTV, korban diduga terjatuh dari perahu bermotor saat pelayaran pulang menangkap ikan dari kawasan Pasir Kuning menuju dermaga Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Bangka Barat, Babel.

Menurut rekan korban, Kawi, mereka berdua berangkat menjaring ikan ke laut Pasir Kuning Desa Air Lintang, pada Kamis (25/2) sekira pukul 14.00 WIB.

Keesokan harinya, sekitar jam 07.15 WIB, mereka beranjak pulang ke dermaga nelayan di Desa Air Lintang. Kawi mengemudi perahu, sementara korban duduk di buritan.

Sekitar 15 menit perjalanan pulang, Kawi baru menyadari korban tidak lagi berada di tempatnya, diduga terjatuh ke laut.

Tim SAR gabungan, terdiri dari Basarnas, Polair, BPBD dan masyarakat menggotong perahu LCR ke laut guna mencari nelayan yang hilang
Tim SAR gabungan, terdiri dari Basarnas, Polair, BPBD dan masyarakat menggotong perahu karet jenis Landing Craft Rescue (LCR) ke laut yang akan digunakan mencari nelayan yang hilang.

Kawi memutar balik perahu untuk mencari korban sendirian, sembari menghubungi pemilik perahu bermotor menggunakan telepon genggam.

Hingga bala bantuan berdatangan dari darat, upaya Kawi mencari korban tetap sia-sia.[iq]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *