Termahal Sejagad, Ini Daftar Sembako Seharga 200 Ribu Rupiah di E-Warong

  • Whatsapp
Salah satu KPM BPNT menunjukkan telur ayam ras yang diterimanya dari e-warong. Kesenjangan harga signifikan antara e-warong dan pasaran umum, mengindikasikan ketidakberesan dan patut disorot aparat penegak hukum
Salah satu KPM BPNT menunjukkan telur ayam ras yang diterimanya dari e-warong. Kesenjangan harga signifikan antara e-warong dan pasaran umum, mengindikasikan ketidakberesan dan patut disorot aparat penegak hukum.
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | KompolmasTVInvestigasi dugaan korupsi program bantuan sosial berlabel Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menemukan fakta baru.

Pengakuan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di beberapa wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu memantik indikasi permainan kotor oknum pelaksana mulai tingkat e-warong.

Read More

Lomba Wisata Arung Jeram

Bermodal Rp 200 ribu bantuan pemerintah, bahan pangan apa saja bisa mereka terima? Berikut rincian jenis dan kuantitas diterima KPM, serta taksiran harganya di pasaran umum :

  1. Beras 12 kilogram = Rp 96 ribu.
  2. Ikan air tawar 1 kilogram = Rp 25 ribu.
  3. Telur ayam ras 8 butir = Rp 13,33 ribu.
  4. Tahu 20 potong = Rp 20 ribu.
  5. Kentang 1 kilogram = Rp 7 ribu.
  6. Buah manisa 1 kilogram = Rp 5 ribu.

Dari rincian tersebut, total harga tertinggi di pasaran umum adalah Rp 166.33 ribu. Mengalir kemana sisanya?

“Jenis dan harganya mungkin sudah ditentukan seperti itu. Saya cuma tahu itu dan ambil saja, harganya (di pasaran umum-red) kita sama-sama tahu lah,” ungkap salah satu KPM di Kecamatan Air Nipis usai menerima BPNT, Kamis (11/2/2021) lalu.

Sayangnya, sebagian besar KPM di kecamatan lain pilih menggembok mulut saat ditanya lebih jauh. Diduga akibat intimidasi oknum tertentu.

“Sama, segitulah juga yang saya terima. Katanya (tanpa menyebut nama orang dimaksud-red) kalau ada yang tanya-tanya, kami jangan jawab sembarangan, atau jatah (BPNT-red) kami dihanguskan,” aku seorang KPM di Kecamatan Seginim, Senin (22/2) siang.

Hingga menjelang berita ini ditayangkan, misteri penyebab kesenjangan harga signifikan antara e-warong dibanding pasaran umum belum terungkap.

Disinyalir, kasus ini terkait erat dengan dugaan pungutan liar (Pungli) di e-warong.

Para KPM dan pihak-pihak berkompeten lainnya masih dalam upaya dikonfirmasi lebih lanjut.[ak]

Ekowisata Kawutan Serunting

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *